Kabupaten Bondowoso, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten yang tidak memiliki wilayah laut (terkurung daratan). Namun bondowoso dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan.
Budaya Bondowoso
Meskipun bondowoso adalah kota kecil, namun bondowoso memiliki budaya dan ciri khas yang menarik. Salah satunya, kesenian Singo Ulung yang mungkin nama ini belum familiar di telinga kalian. Kesenian asal Bondowoso ini sebenarnya telah lama ada. Kesenian ini sebetulnya berasal dari upacara adat yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sangat atraktif. Singo Ulung merupakan upacara adat yang selalu diadakan setiap tahun (bulan Sya’ban / Ruwah). Pertunjukan ini sepintas memang mirip dengan kesenian asal cina “Barongsai”, namun sebenarnya ini sangat berbeda.
Makanan khas Bondowoso
Bondowoso merupakan daerah yang tanahnya cocok untuk ditananami singkong. Singkong khas bondowoso kualitasnya sangat bermutu dan terjamin. Oleh, sebab itu banyak berbagai olahan yang terbuat dari singkong. misalnya, tape manis Bondowoso, yang umumnya dikemas dalam besek (anyaman dari bambu berbentuk kotak). tape ini terbuat dari singkong , wisatawan mancanegara menyebutnya fermented of cassava. Tapi rasa tape manis bondowoso lebih khas. banyak wistawan dari luar bondowoso yang rela datang ke bondowoso hanya untuk membeli tape manis ini. Merk tape manis yang terkenal antara lain Tape manis 82, tape manis 31,Mana Lagi, 66, 17, dll. Toko penjual tape manis Bondowoso pada umumnya terkonsentrasi di Jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar atau lebih dikenal dengan sebutan Pecinan. Jl jendral sudirman. Selain Tape, makanan khas dari tape juga banyak dijual di Bondowoso seperti Suwar-suwir, dodol tape, tape bakar, prol tape, dll.
Ciri khas Bondowoso
Bondowoso memiliki ciri khas di pakaiannya. Pakaian khas Bondowoso ini merupakan perpaduan antara pakaian khas Madura dengan sentuhan Jawa. Hal ini dapat dilihat dari ikat kepala yang dipakai oleh si pria yang mirip seperti ikat kepala orang madura yang disebut “Odheng”. Jika dilihat dari pakaian dalam berupa kaos bermotif garis menyamping warna hijau, mirip sekali dengan kaos bermotif garis merah yang biasa dipakai Pak Sakera dari Madura. Dipadukan dengan beskap (jas) yang menjadi ciri khas pakaian Jawa serta balutan kain batik khas Bondowoso yang menampilkan motif daun singkong yang mencerminkan daerah Bondowoso yang merupakan daerah penghasil singkong sebagai bahan dasar makanan khas Bondowoso “Tape”.
Begitu pula dengan pakaian yang dikenakan oleh si wanita, perpaduan kebaya khas Jawa yang tampak simpel namun tetap elegan dipadu dengan balutan kain batik bermotif singkong khas Bondowoso yang cantik. Pakaian ini juga terilhami dari kebudayaan Jawa dan Madura. Warna hijau dari kedua pakaian ini merupakan cerminan dari daerah Bondowoso yang asri akan tumbuhan hijaunya serta limpahan hasil buminya. Pakaian ini biasanya digunakan oleh para Duta Wisata Bondowoso “Kacong Jebbing” di berbagai even.
Laman
▼




Tidak ada komentar:
Posting Komentar